Apa yang akan kamu katakan jika kamu memiliki 30 detik untuk menelpon dirimu sendiri 5 tahun yang lalu?
Mendapatkan
pertanyaan ini aku mencoba mengingat-ingat masa lima tahun lalu, saat umur masuk
21 tahun. Semester tujuh, baru selesai KKN dan masa transisi ditolak magang.
September akhir, aku dan lima orang temanku sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan
diri untuk mengikuti Olimpiade Koperasi Nasional (OKN) yang akan dilaksanakan
bulan November 2012.
Akan kuluruskan
makna dari “mempersiapkan diri”. Kami tidak hanya mempersiapkan diri untuk mengikuti
perlombaan dengan belajar dan menghapal undang-undang serta kebijakan baru
terkait koperasi. Tapi, kami juga harus mempersiapkan diri untuk mencari
sponsor keberangkatan kami ke Yogyakarta. Dua kerjaan sekaligus.
Tahun 2012,
Kopma Unib mengalami guncangan “pesimis” pasca terbitnya berita berjudul “KOPMA
KURANG DIMINATI” di harian terbesar di Provinsi Bengkulu. Aku merasa ditampar.
Malu. Sebab, foto brand “KOPMA UNIB” yang ku gambar sendiri dengan tanganku
beserta warung mini Kopma, dicetak besar di koran itu. Padahal waktu itu,
setahun pasca bangkitnya Kopma dari tidur panjang (14 tahun), aku dan tim
berusaha membangun citra yang baik dan positif di depan semua orang.


