Menjadi salah satu orang baru di sebuah sistem (baca : kampus), kadang ada hal-hal yang menjadi euforia tersendiri yang cukup indah untuk dikenang. Di penghujung semester pertama menjadi dosen muda (baca : baru) di UNY saya dan beberapa teman sejawat mengalami ini. Dan mungkin hal ini akan kamu alami ketika suatu saat nanti menjadi seorang dosen baru.
 |
| teman main, teman belajar, teman rumpi (pak dos, bu dos) |
1.Ditegur Satpam saat Parkir
Biasanya, kampus-kampus memiliki kantong parkir yang berbeda antara dosen/karyawan/staff dan mahasiswa. Fakultas Ekonomi (FE) UNY sendiri, kantong parkir khusus dosen/staff berada di sisi barat gedung fakultas, sedangkan kantong parkir mahasiswa berada di sisi utara.
Umumnya, para satpam kenal dengan dosen/karyawan/staff yang biasa parkir motor di sisi barat. Hari kedua saya parkir di sana (waktu ikut Pekerti di LPPMP), seorang satpam mendatangi saya dan bertanya, “Mbaknya mau ke mana? Parkir khusus mahasiswa di sebelah sana.” hihi jegeerrr!!
Setelah kenalan #eaaa, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Tapi ternyata, setelah empat bulan di FE, saya ditegur lagi oleh satpam yang berbeda saat mau menghadiri acara mahasiswa di ruang audit FE. Hikss… Ada yang pernah mengalami ini?
2.Dikira Senior Angkatan
Dua bulan pertama, saya masih canggung dipanggil “Bu Voe” oleh mahasiswa. Saya juga sering gelagapan saat memanggil Bapak/Ibu dosen senior dengan panggilan “Bapak/Ibu”, sebab di Ilkom UGM, dosen disapa dengan panggilan “Mas/Mbak”, sesepuh apapun dosennya.
Singkat cerita, ketika mau sholat di mushola lantai satu. Beberapa mahasiswa (yang bukan di jurusan saya) mempersilahkan saya untuk menjadi imam, “Mbaknya aja”. Uwuuuh… saya senyum-senyum. Masih pas lah ya dipanggil “mbak”. Ketika selesai sholat pun, kita ngobrol-ngobrol sebentar dan mereka tetap istiqomah memanggil saya, “mbak”.
3.Dikira Mahasiswa Yudisium
Setiap hari Jum’at,
dresscode untuk para dosen dan karyawan UNY adalah atasan putih. Suatu Jum’at, saya menggunakan atasan putih, rok dan jilbab berwarna hitam. Di musholah lantai dua, saat ingin sholat dzuhur, saya bertemu dosen sepuh dari jurusan sebelah.
Kami saling menyapa dan bersalaman. Kemudian, beliau mengucapkan selamat, “Yudisium ya mbak? Selamat ya…” #eeeh… krik-krik. Bingung mau jawab apa. Saya baru ngeh kalau atasan putih, jilbab dan bawahan hitam adalah
dresscode untuk acara Yudisium mahasiswa fakultas ekonomi.
Melihat saya kebingungan, si Ibu memperhatikan saya dan teriak, “Ealaaah… dosen baru ya!! hehe maaf ya Bu, tadi tak kira mahasiswa Yudisium.” #fuih #ngelapkeringat…