Tampilkan postingan dengan label orangtua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orangtua. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Social Experiment : Cinta, Terima Kasih, Maaf


“Cinta. Terima Kasih. Maaf” Tiga kata sederhana kaya makna. Tiga kata yang membuat memoriku mampir ke beberapa bagian dari kisah hidupku.

---

1st Social Experiment : Cinta, Terima Kasih, Maaf
Aku membuka kelas Komunikasi D3 Sekretaris dengan memberikan social experiment mengenai kata ‘Cinta, Terima Kasih, Maaf’. Ketiga kata ini menjadi pengantar dari kelas komunikasiku. Mahasiswa harus menyampaikan kata cinta, terima kasih, dan maaf kepada orang tua atau wali yang telah membesarkan mereka.

[Mungkin] bagi sebagian orang, mengucapkan tiga kata tersebut mudah. Namun, bagi sebagian yang lain, mengucapkan ketiga kata tersebut, terlebih kepada orang tua itu tidak mudah. Malu, takut, gengsi. Begitu sekiranya hambatan yang dirasa.

Aku memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk menyampaikannya kepada orang tua atau wali. Selama satu minggu, mereka harus menyampaikannya minimal tiga kali. Kemudian, menuliskan pengalaman, kesan, atau apa saja yang mereka dapatkan ke dalam sebuah paper.

Dari tulisan itu, aku berharap mereka dapat menjawabnya. Menjawab pertanyaan, mengapa tiga kata ini menjadi pengantar kelas komunikasiku? Mengapa?

Aku membaca paper yang mereka tuliskan dari hasil dari social experiment. Ada sekitar 70-an paper dan kubaca satu persatu. Sebagian besar paper membuatku tersenyum, sebagian kecil membuatku terharu, dan beberapa membuatku sedikit histeris dan meneteskan air mata.

Ada yang berhasil menjawab pertanyaanku melalui kisah-kisah yang mereka tuliskan setelah mengucapkan tiga kata ajaib ini ke orang tua mereka. Namun, aku yakin mereka belum sadar sepenuhnya mengapa aku memberikan social experiment ‘Cinta, Terima Kasih, Maaf’ sebagai pengantar kelas Komunikasi.

Minggu, 29 Oktober 2017

Digital Parenting : Menjadi Orang Tua Baik di Era Digital

Dalam rangka Dies Natalis FISIPOL Ke-67, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga turut ambil bagian untuk menyukseskannya dengan membuat Festifal Literasi Digital #FIRAL. Festifal ini berlangsung tanggal 15 Oktober 2017 di Convention Hall, Gedung FISIPOL UGM. 

Rangkaian acara terdiri dari Creatalks, yaitu seminar dan talkshow menjadi produktif dengan konten yang positif dan kreatif. Pembicaranya mulai dari Pak Menteri Kominfo, Rektor UGM, Dekan FISIPOL, Praktisi, dan Akademisi. Kegiatan selanjutnya adalah Masterclass, kelas aktif dengan materi pengajaran dari mentor profesional di bidangnya.

Materclass terdiri dari empat kelas dengan tema yang berbeda. Keempatnya dilaksanakan di waktu dan lokasi yang sama, namun di ruangan yang terpisah.

Kelas 1 – Workshop KIDi -. Tema : Be Amazing with Infographic Thingking, yang langsung dibersamai oleh master coach Dhonny Firmansyah, seorang pakar slide presentasi dan infografis dari kreasipresentasi.com. Sehemat pemahaman saya, workshop ini akan mengajari pesertanya agar dapat membuat presentasi yang kreatif dan inovatif.

Kelas 2 – Indonesiabaik.id – Tema : Be Productive in 60 seconds with ur Smartphone. Pengajarnya : Iqbal Rezeki Awal, seorang Cyber Creator dari Pramuka yang akan mengajarkan bagaimana membuat konten dalam 60 detik. Saya sempat stalking ke websitenya saat mencari informasi tentang apa yang akan diajarkan di kelas ini. Di indonesiabaik.id saya menemukan berbagai macam konten positif yang dikemas dengan animasi digital yang menarik. Menurut hemat saya, kelas ini sangat cocok bagi anak muda yang tertarik dalam desain animasi.

Kelas 3 – INCAKAP – Tema : Digital Parenting, yang dibersamai langsung oleh Hilman Al-Madani- psikolog dan Trainer dari Yayasan Kita dan Buah Hati. Di kelas ini Pak Hilman akan memberikan tips menjadi orang tua yang baik di era digital. Kelas ini sangat cocok untuk diikuti oleh semua kalangan, wabilkhusus orang tua, guru, dan siapa saja yang berhubungan dengan dunia anak-anak.

Kelas 4 – Siberkreasi – Tema : How to be Rich at Young Age in Digital Era. Pengajar : Gerald Sebastian seorang co-founder kokbisa.com yang akan mengajarkan bagaimana menjadi kaya dan berpenghasilan di usia muda melalui digital.

27 nih, Kapan Nikah?

“ Apa lagi yang dicari? ” Tanya sopir go-car  padaku saat aku menumpang mobilnya untuk diantar ke hotel dimana sepupuku dan suaminya meng...