Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernikahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2018

27 nih, Kapan Nikah?

Apa lagi yang dicari? Tanya sopir go-car padaku saat aku menumpang mobilnya untuk diantar ke hotel dimana sepupuku dan suaminya menginap dalam rangka berbulan madu di Jogja. Ini adalah pertanyaan kesekian dari sekian orang padaku.

“Voe, kamu lulus udah, kerja juga udah. Apa lagi?” Tanya teman-temanku untuk kesekian kalinya. Ntah saat moment santai, ataupun sedikit serius.

“Jangan terlalu pilih-pilihlah.” Komentar yang lain padaku, ntah ini yang keberapa kalinya orang-orang berkomentar.

“Oh udah kepikiran buat nikah? Kirain gak mau. Hahaha…” Canda yang lain ketika aku meminta mereka mendoakanku agar segera menyusul mereka untuk menikah.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Menjadi Korban Perceraian, Bukan Pilihan

“Terlahir dari keluarga yang broken home bukanlah keinginan kami. Kami adalah korban.” Temanku bercerita sambil meneteskan air mata. Hatiku gemuruh. Tanpaku sadari, air mataku ikut jatuh. Benar. Tak ada seorang pun yang menginginkan orang tua mereka berpisah. Bahkan dipisahkan kematian sekalipun. Tapi, jika perceraian sudah menjadi pilihan dan Allah setujui, kita bisa apa?

Menjadi Korban Perceraian, Bukan Pilihan
Kalimat yang dilontarkan temanku tadi mengingatkanku pada teman-temanku yang lain. Satu persatu wajah mereka terlintas begitu saja. Ada yang terlahir dari ibu yang keras kepala. Tiga kali gagal dengan pernikahan dan akhirnya memilih menjanda. Si Ibu bahkan menjadikan temanku, perempuan bertubuh mungil itu sebagai tulang punggung keluarga. Membiayai semua kebutuhan (baca: keinginan) sang Ibu dan membiayai semua kebutuhan perkuliahan sang Adik.

“Alhamdulillah… Voe.. Alhamdulillah Allah kasih aku keahlian untuk nulis. Bahasa inggris yang baik. Aku gak boleh ngeluh. Aku masih bisa usaha dengan kedua belah tanganku untuk ngirimin ibuku duit.” Begitu katanya sebelum kami berpisah pasca wisudanya. Di balik pagar, haru menyeruak memenuhi hati. Terlalu, jika aku tak qonaah dengan semua yang Allah berikan.

27 nih, Kapan Nikah?

“ Apa lagi yang dicari? ” Tanya sopir go-car  padaku saat aku menumpang mobilnya untuk diantar ke hotel dimana sepupuku dan suaminya meng...