Tampilkan postingan dengan label studi lanjut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label studi lanjut. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Rangkaian Test Calon Dosen (1), Apa Sih yang Harus Dipersiapkan?

Hay hay… terima kasih ya sudah berkunjung (read:nyasar) ke blog ini. Ada yang bakal lulus kuliah di 2018?! Barangkali ada diantara Anda adalah mahasiswa pascasarjana (S2 & S3) yang sudah lulus dan mau mengabdikan ilmunya untuk pendidikan bangsa, alias menjadi dosen? Cung Ngacung!!

Bagi yang sudah ditawari mengajar, waah selamaaaat!!! Anda tinggal menyesuaikan diri. 

Nah, bagi yang belum ditawari tempat mengajar dan masih mencari tempat untuk mengajar, semoga tulisan ini dapat membantu mencari tahu bagaimana rangkaian test calon dosen.

Doc Pribadi
Ok, sudah tahu kalo dosen itu ada jenisnya? Hehe… Jadi, dosen itu ada jabatan fungsional dan ada juga berdasarkan status kerja. Untuk status; ada dosen Luar Biasa, Dosen Kontrak, dan Dosen Tetap. Monggo berkunjung dulu ke tulisan saya disini, untuk mencari tahu perbedaannya.

Nah!! tulisan ini lebih membahas bagaimana rangkaian test dosen kontrak atau tetap non PNS ya. Sebab, si penulis belum pernah ikut test PNS dosen, jadi belum ada pengalaman nih buat berbagi.

So, gimana rangkaian test dosen dan apa aja yang harus dipersiapkan?

Pertama, yang perlu Anda ketahui, setiap kampus memiliki keunikan tersendiri dalam rekruitmen calon dosen mereka. Ada yang langsung rekruitmen dosen tetap non PNS, ada yang bertahap dari kontrak dulu. Selain itu, setiap kampus juga punya kebijakan masing-masing dalam rangkaian rekruitmennya sesuai dengan kebutuhannya.

Sabtu, 28 Oktober 2017

S3 di Luar Negeri? Why Not!

Mau ke negara mana?
Sejak awal menjadi salah satu dosen muda di UNY, kami selalu dimotivasi (baca : paksa) untuk segera lanjut studi S3. Katanya, mumpung masih muda. UNY ingin kami segera berikhtiar untuk mendapatkan beasiswa apa saja, asal dapat berkuliah di kampus-kampus terbaik di bumi ini.

Siapa sih yang tidak mau study lanjut ke luar negeri? Apalagi gratisan. Sedari awal, orang tua sudah memberi lampu hijau berupa izin dunia akhirat, jika aku bisa tembus studi ke luar negeri. Hehe.. Tapi, barangkali memang effortku yang belum maksimal. Bahasa Inggris yang notabennya sebagai bahasa pengantar pun aku masih gak jelas begini. #melipirketembok

Pengen banget rasanya tinggal di negara, dimana namaku bukan nama yang aneh dan asing bagi penduduk negara tersebut. Well, setidaknya ketika mereka mendengar kata “Voettie Wisataone”, mereka tidak berasa unik gitu. Apalagi sampai ditanya-tanya, "arti namanya apa? kok namanya begitu? kenapa, loh, why, pasti orang tuanya dulu begini dan bla bla bla..." Hehe…

27 nih, Kapan Nikah?

“ Apa lagi yang dicari? ” Tanya sopir go-car  padaku saat aku menumpang mobilnya untuk diantar ke hotel dimana sepupuku dan suaminya meng...