Wuih rada serem ya judulnya… hehe… Aku lagi bahagia banget ini. Sebab, teman sekos yang sering “mengolok-ngolokku” tiap melihatku pulang dari kampus, sekarang ikutan kena batunya.
Loh kok bahagia? Iya donk!! #ketawajahat
Kisah olok mengolok ini dimulai sejak aku tinggal di Annida Islamic Boarding House. Annida yang multikultural ini, tidak hanya menampung mahasiswa. Tapi juga mantan mahasiswa yang telah menjadi dosen. Saat itu, ada sekitar tiga orang dosen muda yang tinggal di Annida.
![]() |
| gambar ngambil disini |
Tiap bertemu dengan mereka aku sangat sering menyapanya, “Assalamu’alaykum Bu Dosen.”
Kadang kalau mereka pulang larut, “Masyaa Allah Bu Dosen, kerja sampe malam. Beuuh!!”
Atau jika sedang bertemu di dapur, “Masyaa Allah Bu Dosen rajin banget, masak sendiri. Lagi libur bu? Gak ngajar, Bu? Blablabla…”
Di lain kesempatan, “Udah mulai ujian, Bu, mahasiswanya?”
Pas weekend, “Bu Dosen weekend pun kerja?! Luar biasaaaaa!”
Aku tiba-tiba ingat tiga orang wajah dosen muda di Annida yang sering ku-rempong-in ini. Aku tak bermaksud jahat. Tidak pernah bermaksud mengolok-olok, walaupun kadang terkesan seperti itu. Syukurnya, mereka gak pernah tersinggung. Karena, yaaa mereka tahu lah yah. Paling sesekali bilang, “Duuuh, Voe.. panggilnya biasa aja dong.”
Perilaku seperti ini sering aku lakukan selama aku tinggal di Annida.
September 2017, saat SK-ku turun dan sedang PEKERTI. Bertepatan saat itu sedang ada acara di Masjid Nuris, aku silaturahim. Beberapa teman Annida menyapaku, “Masyaa Allah, bu dosen. Kelihatannya capek banget, Bu.” Barangkali memang terlihat capek. PEKERTI kadang ga kenal istirahat, buww…
Dipanggil seperti itu, aku protes, “Ih mbak, biasa aja.” Sambil memperlihatkan muka yang tambah tembem karena capek dan sok merajuk.
Eh, si mbak tertawa, “Haahaha… gimana Voe rasanya jadi dosen? Ingat gak kamu dulu sering panggil aku begitu.” Eng i enggg… ya ampun iya!! Aku ingat! Aku sering sekali memanggil dosen Muhammadiyah Purwokerto yang sedang study di Fakultas Kedokteran UGM ini dengan panggilan Bu Dosen.
Kami tertawa bareng… Wah ternyata aku sekarang kena batunya.
Sejak mengajar di UNY, aku tidak tinggal lagi di Annida dan pindah ke Tentara Pelajar. Di kontrakanku yang baru, mayoritas anak-anak pasca psikologi UGM.
Ketika pulang dari kampus, entah itu sore ataupun malam, tetangga sebelah kamarku selalu menyapa, “Wuuiiih dosen teladan baru pulang?” Begitu terus dan terus.
Sekarang? Kabar baiknya adalah si mbak tetangga kamarku kena batunya dan aku bahagiaaaa sekali. Yaaah, si mbak akhir Desember 2017 lalu lolos tes jadi dosen muda Fakultas Psikologi UGM. Januari ini pemberkasan dan Februari nanti siap mengajar. Hahaha… #KetawaJahat. Aku sudah siap untuk membalas memanggilnya dengan panggilan “Bu Dosen” ketika nanti dia pulang mengajar.
Cerita ini penting? Barangkali penting. Ketika dipanggil seperti itu, dalam hati aku juga mendoakan orang tersebut. Dan barangkali malaikat turut mengaminkan.
Resiko dari ditulisnya tulisan ini, kemungkinan setelah ini, aku akan sering dipanggil dengan panggilan “Bu Dosen” dengan teman-temanku yang bercita-cita menjadi dosen juga. It’s ok. Hati-hati ya!! Siapa tahu nanti kamu kena batu atau getahnya. Hahaha #KetawaJahat
Oiya, jangan "mengolok-olok" orang lain, belum tentu yang mengolok lebih baik daripada yang diolok. Tetaplah berusaha untuk menjadi baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar