Minggu, 17 September 2017

PEKERTI : Ajarkan Dosmud agar Profesional



Sejak berlakunya SK Rektor tentang pengangkatan dosen kontrak UNY yang terhitung tanggal 1 September 2017, saya dan 24 dosen muda lainnya sah menjadi bagian dari keluarga besar UNY. Selepas libur Idul Adha dan weekend, tepatnya tanggal 4 September, kami mengikuti PEKERTI (Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruktusional). PEKERTI merupakan mandat bagi UNY berdasarkan surat Direktur Akademik Ditjen Dikti No. 0662/D2/2007 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) untuk mengembangkan dan menyelenggarakan pelatihan bagi para dosen muda (yunior).

Peserta Pekerti dan Pejabat UNY (source:disini)
 Pelatihan PEKERTI diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kurikulum, Instruksional dan Kurikulim, Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Tujuannya ialah agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dosen dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang mengaktifkan mahasiswa. (Berita lengkapnya dapat dibaca di sini.)


Rangkaian kegiatan PEKERTI terdiri dari teori dan praktik. Teori dimulai dari hari Senin hingga hari Kamis, sedangkan praktik peerteaching dilaksanakan hari Senin, 11 September. Materi PEKERTI terdiri dari Penjamin Mutu Perguruan Tinggi, Sertifikasi Dosen dan Pengembangan Dosen Berkelanjutan, Kurikulum Perguruan Tinggi, Teori Belajar dan Motivasi, Pendidikan Orang Dewasa, Model-model dan Metode Pembelajaran, Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran, Media Pembelajaran, Analisis Capaian Pembelajaran, Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester, dan Keterampilan Dasar Membelajarkan.

Materi langsung diberikan oleh para Profesor dan Guru Besar yang ahli di bidangnya, termasuk Rektor UNY, Prof. Dr. Sutrina Wibawa, M.Pd. Kami diajarkan agar dapat menjadi dosen yang profesional sesuai dengan amanat UU No. 12 tahun 2012, pasal 1 ayat 9, tentang tridharma perguruan tinggi; pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Harapannya, kami tidak hanya mahir mengajarkan ilmu yang berkaitan dengan bidang keilmuan kami. Oleh karenanya, kami dimotivasi untuk menerbitkan jurnal terindeks scopus dalam dua tahun pertama kontrak. Kami juga didorong agar segera S3 di luar negeri. Dan untuk kami yang jomblo (baca: singglelillah), kami juga dinasehari agar segera menikah. Hehe..

Bagi saya dan teman sejawat yang berasal dari ilmu murni, PEKERTI sangat memberikan inspirasi dan membuka wawasan tentang dunia per-dosenan. Disinilah saya menyadari bahwa menjadi dosen tidak hanya pintar, tapi juga kreatif. Kreatif menyusun strategi pembelajaran, kreatif dalam berkomunikasi, dan kreatif dalam mengatur waktunya untuk melaksanakan tugasnya sebagai dosen profesional. Agar lebih memahami akan konsep pengajaran dan pendidikan, kami diberikan tugas untuk membuat peta pembelajaran, RPS (Silabus), dan dua SAP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

27 nih, Kapan Nikah?

“ Apa lagi yang dicari? ” Tanya sopir go-car  padaku saat aku menumpang mobilnya untuk diantar ke hotel dimana sepupuku dan suaminya meng...