Sejak berlakunya SK Rektor tentang pengangkatan dosen
kontrak UNY yang terhitung tanggal 1 September 2017, saya dan 24 dosen muda
lainnya sah menjadi bagian dari keluarga besar UNY. Selepas libur Idul Adha dan
weekend, tepatnya tanggal 4 September, kami mengikuti PEKERTI
(Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruktusional). PEKERTI merupakan
mandat bagi UNY berdasarkan surat Direktur Akademik Ditjen Dikti No.
0662/D2/2007 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) untuk
mengembangkan dan menyelenggarakan pelatihan bagi para dosen muda (yunior).
| Peserta Pekerti dan Pejabat UNY (source:disini) |
Pelatihan PEKERTI diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan
Kurikulum, Instruksional dan Kurikulim, Lembaga Pengembangan dan Penjaminan
Mutu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. Tujuannya ialah agar dapat
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dosen dalam merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang mengaktifkan mahasiswa. (Berita lengkapnya dapat dibaca di sini.)
Materi langsung diberikan oleh para Profesor dan Guru Besar
yang ahli di bidangnya, termasuk Rektor UNY, Prof. Dr. Sutrina Wibawa, M.Pd.
Kami diajarkan agar dapat menjadi dosen yang profesional sesuai dengan amanat UU No. 12 tahun 2012, pasal 1 ayat 9, tentang tridharma perguruan tinggi; pengajaran, penelitian, dan pengabdian
masyarakat.
Harapannya, kami tidak hanya mahir mengajarkan ilmu yang berkaitan
dengan bidang keilmuan kami. Oleh karenanya, kami dimotivasi untuk menerbitkan
jurnal terindeks scopus dalam dua tahun pertama kontrak. Kami juga didorong
agar segera S3 di luar negeri. Dan untuk kami yang jomblo (baca: singglelillah),
kami juga dinasehari agar segera menikah. Hehe..
Bagi saya dan teman sejawat yang berasal dari ilmu murni,
PEKERTI sangat memberikan inspirasi dan membuka wawasan tentang dunia
per-dosenan. Disinilah saya menyadari bahwa menjadi dosen tidak hanya pintar,
tapi juga kreatif. Kreatif menyusun strategi pembelajaran, kreatif dalam
berkomunikasi, dan kreatif dalam mengatur waktunya untuk melaksanakan tugasnya
sebagai dosen profesional. Agar lebih memahami akan konsep pengajaran dan
pendidikan, kami diberikan tugas untuk membuat peta pembelajaran, RPS
(Silabus), dan dua SAP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar