Jumat, 22 Desember 2017

Al-Qur’an : Hapal tanpa Menghapal

Siapa yang tak mau mempersembahkan mahkota kehormatan untuk orang tua ketika di akhirat? Allah telah menjanjikan hadiah jubah dan mahkota bagi orang tua yang anaknya hapal (menghapal) Al-Qur’an ketika di dunia.

Bekerja sama dengan Syamiil Qur’an, bunda-bunda Salimah mengadakan pelatihan Menghapal Al-Qur’an dengan metode Tikrar. Tikrar (baca : tikror) merupakan metode pengulangan. Ketika kita bercita-cita menjadi penghapal Al-Qur’an, maka pekerjaan sehari-hari yang harus kita lakukan adalah mengulang-ngulang hapalan, terus dan terus hingga akhirnya meninggal dunia.

Sederhananya, menurut para ahli, metode menghapal yang paling efektif adalah mengulang dan mengulang terus dan menerus hingga hapal. Menghapal tanpa pengulangan memang akan berdampak hapal. Namun, hapalnya tidak lama. Oleh karena itu, metode tikrar adalah metode yang efektif untuk menghapal Al-Qur’an akan hapalannya mutqin.

Al-Qur'an Tikrar
Metode tikrar memang terkesan lama dan melelahkan (karena harus mengulang-ulang), tapi membaca terus dan terus tanpa menghapal ini efektif untuk membuat hapalan jangka panjang. Berikut tips sebelum memulai menghapal dengan metode tikrar;

1. Awali dengan wudhu sebelum memulai.
2. Malam hari (sebelum tidur) ayat yang rencananya akan dihapal, dibaca terlebih dahulu. Tujuannya untuk membuat lebih familiar dengan ayat tersebut. Kemudian, pahami tafsirnya. Ayat ini ngomong tentang apa sih? Ayat ini cerita tentang apa sih?
3. Sebelum mulai cobalah mengatur nafas 4-2-3. 4 detik menarik nafas, 2 detik tahan, 3 detik hembuskan nafas.
4. Minumlah air putih (bening), jangan lupa pakai Bismillah.
5. Posisi duduk siap siaga (kedua kaki ditekuk dan telapak kaki di duduki).
6. Lakukan metode tikrar (mengulang-ngulang terus dan terus)

Lalu bagaimana caranya menggunakan metode tikrar?

Dalam pelatihan ini, setiap peserta pelatihan diberi Al-Qur’an Tikrar. Alhamdulillah saya juga dapat satu. Al-Qur’an Tikrar adalah Al-Quran keluaran Depag (bukan Utsmani, so cukup mudah dilafalkan bagi orang Indonesia yang terbiasa menggunakan kaligrafi Depag). Di sisi kanan kirinya (samping ayat) terdapat kotak-kotak yang digunakan sebagai penanda kita untuk menghapal.

Ustad Ulin Nuha menyampaikan materi
Ohya, sebelum menggunakan Al-Qur’an Tikrar cobalah kita renungkan ayat Al-Qur’an berikut;

“Dan sungguh, telah kami MUDAHkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil PELAJARAN?”

Dalam Al-Qur'an, Allah mengulang sebanyak empat kali dalam Surah Al-Qomar tentang kemudahan menghapal Al-Qur'an, yaitu di ayat ke-17, 22, 32, dan 40.

Lalu kemudian tanya;
“Siapa yang mau menjemput kemudahan yang diberikan oleh Allah dalam menghapal Al-Qur’an?”

Harus YAKIN bahwa Al-QUR’AN  itu mudah diHAPALKAN."

Oke.. selanjutnya, yuk kita simak bagaimana cara menggunakan Al-Qur’an Tikrar (klik disini)

2 komentar:

  1. Mb Voe.... Ternyata kamu duduk di belakangku... Maaf ga lihat :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehee.. aku juga minta maaf mba. sebab duduk d belakangmu malah ga lihat.

      Hapus

27 nih, Kapan Nikah?

“ Apa lagi yang dicari? ” Tanya sopir go-car  padaku saat aku menumpang mobilnya untuk diantar ke hotel dimana sepupuku dan suaminya meng...