Jumat, 22 Desember 2017

Mudah Hapal dengan Metode Tikrar

Sebelumnya, saya sudah menulis tentang Al-Qur’an : Hapal tanpa Menghapal. Metode yang digunakan adalah metode tikrar, yaitu mengulang-ulang ayat yang ingin dihapal. Pada pelatihan Ahad (17/12) lalu, ustad Ulin Nuha selaku pemateri dan pelatih pelatihan “Hapal tanpa Menghapal” menyebutkan bahwa, fungsi menghapal Al-Qur’an adalah agar selalu ingat Al-Qur’an.

Allah telah menjanjikannya dalam Qur’an Surah Al-Qamar (54), bahkan sampai empat kali yang tertulis di ayat ke-17, 22, 32, dan 40. Al-Qur’an mudah dihapalkan dan mudah pula hilang. Hikmahnya agar Al-Qur’an harus dilafalkan dan diulang ulang terus. Menurut para ahli minimal dalam menghapal harus mengulang-ulang sebanyak 40 kali.

Saya menulis ini bukan karena saya hafidzha. Dengan menulis ini, saya berharap dapat mengingatkan diri sendiri, jika suatu saat nanti butuh re-charge diri. Baiklah mari kita langsung buka Qur’an Tikrar QS. Luqman (31) ayat 12. Ayat ke-12 berada di lembar sebelah kiri paling atas.

Al-Quran Tikrar

Pertama, mari kita praktekkan Quran Tikrar ini dengan membaca QS. Luqman ayat 12 sebanyak 5 kali. Ingat!! BACA! Artinya adalah mata kita tetap fokus melihat huruf demi huruf pada ayat 12. Pengulangan sebanyak lima kali baru untuk melancarkan lisan. Setelah itu beri tanda bintang di kotak pertama.

Catatan : usahakan sebelum menghapal Al-Qur’an kita sudah lancar membacanya ya! Perhatikan makhrojul huruf, tajwid, dsb. Disarankan untuk belajar tahsin terlebih dahulu.

Kedua, tetap lakukan hal yang sama. Membaca sebanyak lima kali dan mata tetap fokus di ayat tersebut. Setiap huruf yang dibaca dicermati dengan baik, karena pada saat itu mata akan mengcopy apa yang kita lihat berulang-ulang. Sehingga di alam bawah sadar, kita akan ingat dimana posisi ayat yang kita baca dan hapal. Setelah membacanya sebanyak lima kali, maka berilah tanda bintang pada kotak ke-2.

Ketiga, bacalah ayat ke-12 Surah Luqman tersebut sebanyak lima kali. Beri tanda bintang di kotak ke-3 dan off sebentar. Bacalah arti dari ayat yang sedang di-tikrar. Membaca arti dari ayat tersebut dapat mempermudah kita dalam memahami ayat yang kita hapal.

Sebagian orang pada tiga kali pengulangan (15 kali baca) ada yang sudah hapal. Jika merasa sudah hapal. Ulang-ulangi terus dengan melihat lalu ulang-ulangi terus tanpa melihat. Pastikan bahwa tidak ada kesalahan sekecil apapun itu. Baik tajwid, makrojul huruf, dan sebagainya.

Lakukan hal yang sama pada ayat selanjutnya (ayat ke-13).

Pada baris ke-3 ada tulisan TM yang merupakan kependekkan dari Tikrar Makro. TM berfungsi untuk menandai ayat yang telah dibaca berulang-ulang dan hapal sebelumnya (jumlahnya biasanya 1/4 halaman). Pengulangan TM tidak harus sebanyak 8 kali bintang (40 kali baca). Bila sudah membaca lima kali (1 bintang), Al-Qur’an boleh ditutup dan ulangi terus membaca sampai bintang terisi penuh.

Pasrahkan hapalan yang telah ditikrar pada Allah, kejarlah kualitas hapalan, bukan kuantitasnya. Jika dirasa sudah hapal 1/4 halaman, maka setorkanlah ayat tersebut kepada guru ngaji (ustad/zah), murobbi/yah, teman, bapak/ibu dan sebagainya.

Selamat menghapal dengan menggunakan metode tikrar. Semoga kita menjadi hamba Allah yang dimudahkan dalam menghapal dan mengamalkan Al-Qur’an.

Wallahu'alam



Note :
Dimana bisa mendapatkan Al-Qur'an Tikrar?
Saya punya beberapa kontak teman yang menjualnya.
Atau teman-teman bisa mencari di toko buku terdekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

27 nih, Kapan Nikah?

“ Apa lagi yang dicari? ” Tanya sopir go-car  padaku saat aku menumpang mobilnya untuk diantar ke hotel dimana sepupuku dan suaminya meng...